Disini pertamakalinya Hercule Poirot muncul, merupakan kasus pertama yang di hadapi Poirot sejak pindah dari Belgia ke Inggris, ceritanya sangat klasik meskipun begitu Poirot tetap mampu membongkar kasus dengan jalan keluar yang tidak pernah terpikirkan oleh siapapun. Pada saat seorang janda tua kaya meninggal keracunan di kamarnya, seorang yang sangat dicurigai mengajukan diri sebagai pelakunya, namun karena tidak ada bukti sama sekali orang itu akan dilepaskan, menurut hukum Inggris saat itu, seseorang tidak bisa disidangkan untuk 2 kali sebagai pelaku pembunuhan yang sama. Si pelaku sangat yakin kalau kejahatannya tidak dapat dibuktikan, karena itu dia mengajukan diri untuk disidangkan, namun sial bagi dirinya, Poirot tertarik untuk menyelesaikan kasus itu dan menghancurkan semua rencana busuknya.
Artikel Terkait:
Novel Agatha Christie
- Kasus-kasus Terakhir Miss. Marple - Agatha Christie
- Gerbang Nasib - Agatha Christie
- Pembunuhan di Mesopotamia - Agatha Christie
- Mr Quin yang Misterius - Agatha Christie
- Kereta 4.50 dari Paddington - Agatha Christie
- Kasus-Kasus Perdana Poirot - Agatha Christie
- Masalah di Teluk Pollensa - Agatha Christie
- Membunuh Itu Gampang ~ Agatha Christie
- Gadis Ketiga ~ Agatha Christie
- Pasangan Detektif ~ Agatha Christie
Novel Detektif
- Misteri Biola Kuno - Sapta Siaga
- Gua Rahasia - Enid Blyton
- Gerbang Nasib - Agatha Christie
- Pembunuhan di Mesopotamia - Agatha Christie
- Mr Quin yang Misterius - Agatha Christie
- Kereta 4.50 dari Paddington - Agatha Christie
- Kasus-Kasus Perdana Poirot - Agatha Christie
- Rumah Kenangan - Mary Higgins clark
- Misteri Gelas Kembar - S. Mara Gd
- Misteri Alat Pembuka Amplop - S. Mara Gd
Novel Barat Terjemahan
- Topeng Sang Puteri
- Gadis Hari Ketujuh
- Miss Pesimis - Alia Zalea
- A Child Called "It" - Dave Pelzer
- Kisah-Kisah Dhammapada
- Joey : Si Frustasi Yang Beruntung - Mark Bowden
- Misteri Kehadiran Arwah - Bois
- Antara Dua Batas - Amrita Pritam
- Kerja Upahan dan Kapital - Karl Marx
- Pertemuan Maut Di Kutub Utara - Alistair Maclean
0 komentar:
Post a Comment