
Tuan Treves duduk merenung di depan perapian, merenungkan segala kejadian yang dialaminya hari itu.
“Bakan sekarang sekarang” lanjutnya, “sebuah pembunuhan sedang dipersiapkan. Seandainya aku berniat menulis cerita pembunuhan yang brutal dan bergelimang darah, cerita itu kan kumulai dengan seorang pria tua yang duduk merenung di depan perapian . . . berpikir . . . merancang . . . dan mengarahkan segala kejadian serta orang-orang tertentu Menuju titik nol”.
Artikel Terkait:
Novel Agatha Christie
- Kasus-kasus Terakhir Miss. Marple - Agatha Christie
- Gerbang Nasib - Agatha Christie
- Pembunuhan di Mesopotamia - Agatha Christie
- Mr Quin yang Misterius - Agatha Christie
- Kereta 4.50 dari Paddington - Agatha Christie
- Kasus-Kasus Perdana Poirot - Agatha Christie
- Masalah di Teluk Pollensa - Agatha Christie
- Membunuh Itu Gampang ~ Agatha Christie
- Gadis Ketiga ~ Agatha Christie
- Pasangan Detektif ~ Agatha Christie
Novel Detektif
- Misteri Biola Kuno - Sapta Siaga
- Gua Rahasia - Enid Blyton
- Gerbang Nasib - Agatha Christie
- Pembunuhan di Mesopotamia - Agatha Christie
- Mr Quin yang Misterius - Agatha Christie
- Kereta 4.50 dari Paddington - Agatha Christie
- Kasus-Kasus Perdana Poirot - Agatha Christie
- Rumah Kenangan - Mary Higgins clark
- Misteri Gelas Kembar - S. Mara Gd
- Misteri Alat Pembuka Amplop - S. Mara Gd
Novel Barat Terjemahan
- Topeng Sang Puteri
- Gadis Hari Ketujuh
- Miss Pesimis - Alia Zalea
- A Child Called "It" - Dave Pelzer
- Kisah-Kisah Dhammapada
- Joey : Si Frustasi Yang Beruntung - Mark Bowden
- Misteri Kehadiran Arwah - Bois
- Antara Dua Batas - Amrita Pritam
- Kerja Upahan dan Kapital - Karl Marx
- Pertemuan Maut Di Kutub Utara - Alistair Maclean
0 komentar:
Post a Comment