Loading
Showing posts with label Novel Religius. Show all posts
Showing posts with label Novel Religius. Show all posts

Kitab Fikih Nikah - H. Ahmad Sarwat, Lc

Tidak Ada Pembujangan Dalam Islam
Islam berpendirian tidak ada pelepasan kendali gharizah seksual untuk dilepaskan tanpa batas dan tanpa ikatan. Untuk itulah maka diharamkannya zina dan seluruh yang membawa kepada perbuatan zina.

Tetapi di balik itu Islam juga menentang setiap perasaan yang bertentangan dengan gharizah ini. Untuk itu maka dianjurkannya supaya kawin dan melarang hidup membujang dan kebiri.


Seorang muslim tidak halal menentang perkawinan dengan anggapan, bahwa hidup membujang itu demi berbakti kepada Allah, padahal dia mampu kawin; atau dengan alasan supaya dapat seratus persen mencurahkan hidupnya untuk beribadah dan memutuskan hubungan dengan duniawinya.

Nabi memperhatikan, bahwa sebagian sahabatnya ada yang kena pengaruh kependetaan ini (tidak mau kawin). Untuk itu maka beliau menerangkan, bahwa sikap semacam itu adalah menentang ajaran Islam dan menyimpang dari sunnah Nabi. Justru itu pula, fikiran-fikiran Kristen semacam ini harus diusir jauh-jauh dari masyarakat Islam.

Abu Qilabah mengatakan "Beberapa orang sahabat Nabi bermaksud akan menjauhkan diri dari duniawi dan meninggalkan perempuan (tidak kawin dan tidak menggaulinya) serta akan hidup membujang. Maka berkata Rasulullah s.a.w, dengan nada marah lantas ia berkata:

"Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu hancur lantaran keterlaluan, mereka memperketat terhadap diri-diri mereka, oleh karena itu Allah memperketat juga, mereka itu akan tinggal di gereja dan kuil-kuil. Sembahlah Allah dan jangan kamu menyekutukan Dia, berhajilah, berumrahlah dan berlaku luruslah kamu, maka Allah pun akan meluruskan kepadamu.

Kemudian turunlah ayat :
Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu mengharamkan yang baik-baik dari apa yang dihalalkan Allah untuk kamu dan jangan kamu melewati batas, karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melewati batas. (QS. Al-Maidah: 87)

Mujahid berkata: Ada beberapa orang laki-laki, di antaranya Usman bin Madh'un dan Abdullah bin Umar bermaksud untuk hidup membujang dan berkebiri serta memakai kain karung goni. Kemudian turunlah ayat di atas.

Ada satu golongan sahabat yang datang ke tempat Nabi untuk menanyakan kepada isteri-isterinya tentang ibadahnya. Setelah mereka diberitahu, seolah-olah mereka menganggap ibadah itu masih terlalu sedikit. Kemudian mereka berkata-kata satu sama lain: di mana kita dilihat dari pribadi Rasulullah SAW sedang dia diampuni dosa-dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang? Salah seorang di antara mereka berkata :

Saya akan puasa sepanjang tahun dan tidak akan berbuka. Yang kedua mengatakan: Saya akan bangun malam dan tidak tidur. Yang ketiga berkata: Saya akan menjauhkan diri dari perempuan dan tidak akan kawin selama-lamanya. Maka setelah berita itu sampai kepada Nabi SAW ia menjelaskan tentang kekeliruan dan tidak lurusnya jalan mereka, dan ia bersabda :

Namun saya bangun malam tapi juga tidur, saya berpuasa tapi juga berbuka, dan saya juga kawin dengan perempuan. Oleh karena itu barangsiapa tidak suka kepada sunnahku, maka dia bukan dari golonganku. (HR Bukhari Muslim)




Buku Tantangan dunia Islam abad 21

Abad informasi, sebaliknya dari meningkatkan pengendalian kita atas kehidupan kita sendiri, pada kenyataannya justru melahirkan semacam penjajahan baru yang lebih canggih berupa manipulasi dan pengendalian informasi. Persoalan ini dan persoalan peran subversif informasi dalam mencemarkan visi dan imagi tentang Islam dan masyarakat Islam mengawali pembahasan buku ini. Tak pelak inilah tantangan mahabesar terhadap Dunia Islam, pada masa kini dan terlebih lagi, pada masa-masa mendatang. Penulis menekankan bahwa negara-negara Muslim mesti mengembangkan suatu infrastruktur untuk menumbuhkan informasi-informasi mereka sendiri. Khususnya, ketika diingat bahwa informasi dari luar seringkali tak relevan, bahkan bersifat merusak dan bertentangan dengan kebutuhan-kebutuhan kaum Muslimin.

Sambil menganjurkan agar negara-negara Muslim mengejar ketertinggalannya di bidang ini, penulis menekankan pentingnya melestarikan sarana-sarana tradisional (Islami) untuk menyebarluaskan informasi lewat buku-buku dan perpustakaan-perpustakaan. Untuk itu, dengan amat menarik penulis mengungkapkan kokohnya akar kebudayaan buku, perpustakaan, dan penelitian dalam sejarah Islam, sejak dini. Akhirnya, penulis mengajukan usulan-usulan praktis bagi dibinanya sistem-sistem informasi nasional dan diciptakannya mekanisme-mekanisme transfer informasi di antara negara-negara Muslim yang berada dalam peringkat kemajuan yang sama.



Ebook Iblis Menggugat Tuhan - Shawni

ALKISAH, seorang pendeta bernama Buhairah menarik diri dari gereja dan memutuskan hidup menyepi. Dalam kesendiriannya, dia menenggelamkan diri ke dalam kajian tehadap buku-buku Kristen. Namun upaya itu tak berhasil menghilangkan “kegelisahan” teologisnya.

Suatu saat, di dalam satu buku, Buhairah menemukan sebuah ramalan. Tentang tanda kenabian yang akan dilihatnya pada punggung seorang bocah kecil. Sebagaimana tercatat dalam sejarah Islam klasik, pada akhirnya Buhairah menemukan tanda kenabian itu di punggung muhamad SAW, yang kelak diangkat menjadi Rasul Allah.

Berangkat dari momentum pertemuan antara Buhairah dan Muhammad, Al Shawni memulai kisahnya. Tokoh Buhairah yang digambarkan sedang mengalami skeptisisme personal terhadap keesaan Tuhan diajak Rasulullah. Dia dibawa ke sebuah tempat yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian, yang hanya diterangi kerlip dan redupnya bintang.

Di kesunyian itu, Buhairah mengalami komunikasi trsnsendental dengan sosok makhluk gaib yang tak lain adalah iblis. Mulai dari titik ini, pengarang menunjukkan “keliaran” imajinasi untuk meruncingkan konflik di dalam “tubuh” novelnya. Dengan teknik dan langgam penggisahan yang unik, Al-Shawni mendeskripsikan egosentrisme iblis.

Ketika pendeta Buhairah mempertanyakan latar belakang kesombongan iblis yang menolak sujud pada Adam, pengarang memanfaatkan moen itu untuk merumukan dalil-dalil filosofis dalam rangka menarasikan penggugatan iblis. Jelas sekali, Al-Shawni hendak menggelindingkan diskursus baru tentang riwayat pembangkangan iblis yang menolak sujud pada Adam.

Menurut Al-Shawni, penolakan iblis, yang kelak menjadi sebab keterkutukannya, bukan karena latar belakang ontologism. Bahwa iblis diciptakan dari api, sementara Adam hanya diciptakan dari tanah, sebagaimana penafsiran konvensional. Namun justru karena eksistensi Adam adalah pencerminan dosa-dosa iblis. Jadi, mana mungkin iblis mau bersujud pada cermin yang memantulkan buruk rupa wajahnya sendiri?

Bagi khalayak pembaca umum, membaca karya sastra adalah “menikmatinya”, bukannya menggali aspek-aspek kebenaran epistemologisnya. Jika pada paragraf-paragraf awal sebuah novel pembaca tak berhasil “meraih” kenikmatan dengan gambang mereka akan menutupnya.

Tetapi, sebagaimana diusung oleh Al-Shawni di dalam buku ini, barangkali membaca sastra tak cukup kalau sekedar menikmati. Pembaca perlu pemahaman yang intens, penafsiran kritis, dan yang lebih penting adalah penyingkapan misteri kebenaran epistemologis karya sastra sampai ceruk paling dalam.

Dalam buku ini, Al- Shawni seperti sedang mendadani karakter bejat iblis dengan jubah kebesaran filsuf yang penuh aura kearifan dan kejeniusan. Ia berhasil menggunakan metode adab al-jadl. Metode ini semacam kode etik berpolemik di kalangan pemikir muslim Abad Pertengahan, seperti muncul pada debat Buhairah dengan iblis.

Ramadhan di Musim Gugur - Elie Mulyadi

Ramadhan dan lebaran adalah salah satu momen terpenting dalam hidup kita, yang senantiasa penuh dengan cerita. Dari mulai persiapan mudik, menempuh perjalanan jauh untuk pulang kampung, hingga akhirnya berkumpul dengan keluarga, tetangga, dan teman lama—semuanya menggoreskan kisah. Ada kisah yang indah dan ada yang kurang indah—semua berganti-ganti seperti denyut nadi kehidupan itu sendiri. Namun, satu yang pasti, Ramdhan dan lebaran selalu merupakan anugerah. Sebab, di bulan dan hari itulah kita merasakan begitu banyak rahmat tercurah. 


Buku ini menggelar kisah-kisah inspiratif seputar mudik dan merayakan Lebaran. Ada kisah indah tentang pengalaman berlebaran di luar negeri, kisah seru dan lucu seputar pengalaman mudik, juga kisah mengharukan tentang pengalaman berlebaran tanpa kehadiran orang terkasih. Beberapa kisah mungkin akan menyentuh hati, yang lainnya akan membuat kita terkikik geli, dan ada juga yang mengingatkan kita untuk belajar lebih mensyukuri karunia. Semuanya dikemas dengan bahasa yang sederhana, tapi sarat akan makna. Untuk melengkapi buku ini, ada juga kisah-kisah hangat seputar keluarga, persahabatan, dan cinta.

Bawalah buku ini ke mana pun Anda pergi, dan Anda dapat menggunakannya sebagai: (a) teman ngabuburit, melupakan rasa lapar sebelum beduk maghrib, (b) sahabat di kala mudik, pengusir bosan dan lelah dalam perjalanan, (c) bahan renungan dan obrolan saat berkumpul di Hari Raya, dan (d) penghibur hati di kala merayakan lebaran jauh dari keluarga.

Takbir Cinta Zahrana ~ Habiburrahman El Shirazy


Dalam Novel Takbir Cinta Zahrana ini mengisahkan seorang perempuan cantik yang bernama Zahrana. Zahrana adalah seorang perempuan yang memprioritaslan pendidikan atau ilmu pengetahuan. Dengan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan maka tidak heran jika Zahrana setelah menyelesaikan kuliah S2 nya ia pun mengajar sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah. Hanya saja, dengan segala kelebihannya itu, masih ada yang kurang dan membuat orangtuanya sedih. Yaitu, Zahrana masih belum mempunyai keinginan untuk menikah.
Takbir cinta Zahrana menyajikan kegalauan sang tokoh utama Zahrana. Saat dia tidak kunjung mendapatkan jodoh di usia yang sudah terlalu matang bagi ukuran wanita Indonesia. Sebuah usia yang bagi masyarakat umum adalah aib dan 'berhak' mendapat predikat perawan tua jika belum mempunyai pendamping hidup.

Segudang penyesalan ia gumamkan, terutama kenapa dahulu dia lebih memilih untuk menempuh pendidikan S-2 terlebih dahulu daripada memikirkan tentang perkawinan. Dan saat ini, ketika dia mulai berharap untuk membina rumah tangga.

Dia dihadapkan pada sebuah pilihan sulit ketika orang-orang yang melamarnya sama sekali tidak bisa menyentuh hatinya. Sebuah pilihan, apakah dia harus mencari cinta sejati ataukah menerima begitu saja pria yang melamarnya dengan mengabaikan cinta disisi lain...

Novlet ini merupakan novlet pertama dari tiga novelet yang terkodifikasi karya Habiburrahman El Shirazy dalam tajuk Dalam Mihrab Cinta. Dua novlet yang lainnya berjudul Dalam Mihrab Cinta dan Mahkota Cinta.


Takbir Cinta Zahrana ~ Editor By. I-One

Diatas Sajadah Cinta ~ Habiburrahman El Shirazy

“Illahi, kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Engkau Maha Tahu atas apa yang menimpa diriku. Aku tak ingin kehilangan cinta_mua. Namun Engkau juga tahu, hatiku ini tidak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya. Ya Illahi, berikanlah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menitis-nitis dalam dinding hatiku ini. Illahi, tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling engkau ridhai. Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu” Isak Zahid merayu kepada Tuhan sang Pencipta hati, cinta, dan segala keindahan semesta.
Zahid terus meratap hiba. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus dipaksa untuk menepis noda-noda nafsu. Anehnya, semakin dia meratap embun-embun cinta itu semakin deras air mata mengalir. Rasa cintanya pada Tuhan. Rasa takut akan azab-Nya. Rasa cinta dan rindunya pada Afirah. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya. Dalam puncak munajatnya…..


Diatas Sajadah Cinta ~ Editor By. I-One





Mahkota Cinta ~ Habiburrahman El Shirazy

Mata pemuda itu memandang ke luar jendela. Lautan terhampar di depan mata. Ombak seolah menari-nari riang. Sinar matahari memantul-mantul keperakan. Dari karcin yang ia pegang, ia tahu bahwa feri yang ia tumpangi bernama Lintas Samudera. Tujuan feri yang bertolak dari pelabuhan Batam itu adalah pelabuhan Johor Bahru.
Ia memejamkan mata seraya meneguhkan hatinya. Ia menyakini dirinya harus kuat. Ya, sebagai lelaki ia harus kuat. Meskipun ia merasa kini tidak memiliki siapa-siapa lagi. Bagi seroang lelaki cukuplah keteguhan hati menjadi teman dan penenteram jiwa.
Ia kembali menegaskan niat, bahwa ia sedang melakukan pengembaraan untuk mengubah takdir, mengubah nasib. Seperti saran Pak Hasan, ia harus berani berhijrah dari satu takdir Allah ke takdir Allah lain yang lebih baik. Feri Lintas Samudera terus melaju ke depan Singapura semakin dekat di depan, dan Batam semakin jauh di belakang. Namun, Lintas Samudera tidak hendak menuju Singapura, tapi menuju pelabuhan Johor Bahru Malaysia.


Mahkota Cinta ~ Editor By. I-One

Setelah Kau Menikahiku ~ Novia Stephani


Puspita tak percaya pada lembaga pernikahan, namun tantangan Idan untuk membuktikannya tak bisa ditolak. Maka mereka pun melakukan simulasi pernikahan.

"Simulasi". Sekali lagi, simulasi. Setelah itu kita akan menjadi suami istri --simulasi-- sambil mempelajari kenapa kebanyakan manusia yang normal dan waras begitu berambisi untuk berumah tangga. Kalau pada akhir eksperimen kau merasa yakin bahwa kerugiannya tidak sebanding dengan keuntungannya, kita bercerai dan kau bisa hidup lajang, merdeka selama-lamanya. Kalau ternyata kau kecanduan hidup sebagai istri, kita bercerai dan kau bisa cari suami yang paling cocok untukmu. Anggaplah ini Sebagai tes untuk melihat apa kau akan memilih menikah atau tidak. Tanpa .................

Setelah Kau Menikahiku ~ Editor By. I-One


Catatan Hati di Setiap Sujudku ~ Asma Nadia


Ya Allah, Engkau pasti tahu segala yang ada di dalam hatiku. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berdoa dan bermohon karena hanya Engkau yang Maha Kuasa, Maha Tahu apa yang terbaik untuk hidupku.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhu (segala perintah-Ku), agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S Al Baqarah :186)
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap diri-Ku.

Aku bersamanya ketika berdzikir(mengingat atau menyebut-Ku.

Jika dia berdzikir di dalam hatinya, maka Aku mengingatnya di dalam hati-Ku.
Jika dia mengingat-Ku dalam suatu jamaah, maka Aku akan mengingatnya didalam jamaah yang lebih baik dari jamaahnya(di dunia).
Jika dia mendekat pada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta.
Jika dia mendekat pada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya selengan.
Jika dia mendekat pada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari.”

Rasulullah SAW bersabda :

“Allah SWT itu santun dan Pemurah, Dia merasa malu pada hamba-Nya, jika hamba-Nya mengangkat kedua tangannya, memohon kepada-Nya, kemudian membiarkan kedua tangan hamba itu kosong(tidak dikabulkan).”

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (Q.S Al Mukmin : 60)


Catatan Hati di Setiap Sujudku ~ Editor By. I-One

Pembawa Kabar Dari Andalusia ~ Ali Al Gharem

Semilir angin musim semi memancarkan keindahan di salah satu sudut kota pengantin; Andalusia. Disekitarnya taman-taman dan tuna pepohonan tersinari cahaya matahari berwarna keemasan. Ia memang tampak seperti lingkaran emas.


Dibawah kedua bukitnya, mengalir sungai yang bening laksana jperak murni. Perahu-perahu kecil berlayar membentangkan layer baikan kepak saya merpati dan hijau daun yang merindukan bunga. Para nelayan bertolak dengan diiringi nyanyian. Penuh cinta… penuh cita. Sarat kesungguhan dan patriotik. Mereka melantunkan nyanyian dengan bermusikkan angin sepoi-sepoi namun terdengar layaknya seorang penyanyi mahir dengan suara merdu. Sebuah nyanyian yang menyimakan ombak derita, tercopot oleh setiap bait laguy yang mereka nyanyikan.
Di atas sungai, terbentang jembatan panjang yang dibangun Umar Bin Abdul Aziz. Jembatan itu berdiri tegak dengan angkuh, seolah hendak menunjukkan kejayaan pemerintahan abad ke-XVII. Kokohnya seakan tengah menyuratkan pesan ketidakmampuan zaman mana pun untuk menandinginya.


Pembawa Kabar Dari Andalusia ~ Editor By. I-One

A Thousand Splendid Suns ~ Khaled Hosseini

Novel ini berlatar belakang kehidupan Afgahanistan selama masa-masa perang (1970-an sampai 2000-an). pada awal cerita ini, tokoh utamanya adala Mariam tetapi kemudian di pertengahan cerita  Laila juga menjadi bagian dari tokoh utama.


Mariam adalah seorang gadis kecil yang merupakan harami (anak haram) dari seorang saudagar kaya. Ibu Mariam sendiri dulunya adalah mantan pelayan di rumah saudagar kaya itu. Tetapi karena masyarakat tidak mengakui adanya anak haram di dalam sebuah keluarga maka Mariam dan ibunya harus menyingkir dan memiliki kehidupan sendiri.



Ayahnya sering menjenguknya dan membawakannya hadiah-hadiah kecil. Mariam begitu memuja Ayahnya sementara ibunya begitu membenci ayahnya. Terkadang antara cerita ayahnya dan ibunya berbeda dan Mariam tidak tahu mana cerita yang tepat.



Ayahnya menceritakan tentang keindahan kota Herat yang tidak pernah diinjakkan oleh Mariam. Ayahnya juga bercerita tentang gedung bioskop yang dimilikinya sampai bagaimana lezatnya sebuah es krim.



 Hingga suatu hari Mariam meminta untuk ikut dengan ayahnya menjawab segala keingintahuannya tentang cerita ayahnya. Tapi ayahnya tidak mengijinkan. Tentu saja ayahnya akan malu karena secara sosial, Mariam bukan anak yang diinginkan. Terlebih lagi ayah Mariam sudah memiliki 3 orang istri sah.



Kemudian suatu hari Mariam bertekad untuk menemui ayahnya walaupun tidak mendapat izin dari ibunya. Ternyata Mariam memang tidak diterima oleh ayahnya. Dia sangat menyesali keinginannya untuk datang ke Herat menemui ayahnya. Saat kembali ke Kolba (rumah) dia mendapati ibunya sudah gantung diri di atas pohon. 



Betapa menyesal hebat Mariam atas keputusannya menemui ayahnya. Mariam pun teringat akan perkataan ibunya bahwa bila Mariam meninggalkannya dia akan mati. 



Selepas kematian ibunya, ayahnya membawa Mariam ke rumah mewahnya. Selang beberapa hari, ternyata ayahnya  dan istri-istri ayahnya berniat menjodohkan Mariam dengan seorang saudagar berumur 45 Tahun. sementara saat itu umur Mariam masih 15 Tahun. Tanpa pilihan, dia akhirnya dipersunting oleh Rasheed dan dibawa ke kabul.



Mariam begitu sedih dan sakit hati atas keputusan ayahnya itu. Ayahnya tahu betapa berbakatnya Mariam dan betapa ia ingin melanjutkan sekolah.  Mariam merasa Ibunyalah benar bahwa ayahnya memang tidak menyayangi Mariam, hingga akhirnya Mariam mengatakan kepada Ayahnya untuk tidak pernah menemuinya lagi.



Bagi Mariam kehidupan pernikahannya adalah neraka. Terlebih setelah keguguran yang dialaminya. Rasheed selalu menghina segala makanan yang dibuat oleh Mariam bahkan pernah suatu waktu Rasheed memasukkan kerikil ke mulut Mariam untuk dikunyah. Bila sedang marah, Rasheed tak segan-segan untuk melepaskan gespernya dan melucuti Mariam.

A Thousand Splendid Suns ~ Editor By I-One

Nyanyian Cinta ~ Habiburrahman El Shirazy

Buku yang berisi kumpulan cerpen orang-orang terkenal ini...antara lain K.H. Musthofa Bisri, Habiburrahman El Shirazy ikut me'ramai'kan buku ini.....







Cerpen2 di buku lumayan memberikan kesejukan kalbu, renungan tentang hidup ataupun dakwah...







Seperti Nyanyian Cinta-Habiburrahman yang bercerita ttg Mahmud yang beridealisme "kuno" yang berakhir dengan limpahan rahmat Allah (ciri khas cerita Habiburrahman)
Mas Umar-Arif Budi Santoso (salah satu cerita yang paling kusukai), cerita tentang mas Umar yang slalu berjuang di jalan Allah...sampai suatu saat dia mendapat peringatan bahwa dakwah juga membutuhkan materi untuk perjuangannya.

Nyanyian Cinta ~ Editor By. I-One

Ayat-ayat Cinta ~ Habiburrahman El Shirazy

Ayat-ayat cinta merupakan sebuah novel yang ditulis oleh seorang novelis muda Indonesia kelahiran 30 September 1976 yang bernama Habiburrahman El-Shirazy. Ia adalah seorang sarjana lulusan Mesir dan sekarang sudah kembali ke tanah air. Sepintas lalu, novel ini seperti novel-novel Islami kebanyakan yang mencoba menebarkan dakwah melalui sebuah karya seni, namun setelah ditelaah lebih lanjut ternyata novel ini merupakan gabungan dari novel Islami, budaya dan juga novel cinta yang banyak disukai anak muda. Dengan kata lain, novel ini merupakan sarana yang tepat sebagai media penyaluran dakwah kepada siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam, khususnya buat para kawula muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa.



Novel ini bercerita tentang perjalanan cinta dua anak manusia yang berbeda latar berbeda, yang satu adalah mahasiswa Indonesia yang sedang studi Universitas Al-Azhar Mesir, dan yang satunya lagi adalah mahasiswi asal Jerman yang kebetulan juga sedang studi di Mesir. Kisah percintaan ini berawal ketika mereka secara tak sengaja bertemu dalam sebuah perdebatan sengit dalam sebuah metro.

Ayat-ayat Cinta ~ Editor By. I-One

Pudarnya Pesona Cleopatra ~ Habiburrahman El Shirazy

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal. “Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu,” kata ibu. “Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu,” ucap beliau dengan nada mengiba.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi di hatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.
Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun. Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali.
Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, “Cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli !” kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas Arab, dan bibir yang merah. Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.

Pudarnya Pesona Cleopatra ~ Editor By. I-One

Hafalan Shalat Delisa ~ Tere Liye


Novel yang sudah memasuki cetakan keempaat ini (cetakan pertamanya tahun 2005) mengambil setting daerah bernama Lhok Nga (bener ga ya tulisannya .. ?) yang menjadi salah satu daerah korban tsunami tahun 2004 lalu. Mengisahkan tentang seorang anak berumur 6 tahun yang pada awalnya hidup di keluarga bahagia bersama orang tua dan ketiga kakak perempuannya. Keluarga yang hampir sempurna saya rasa, karena kehidupan yang cukup mapan, berada di lingkungan yang baik dan penuh nuansa islami (Dan tidak jauh dari kebanyakan hubungan persaudaraan yang diselingi pertengkaran kecil sesama saudara yang tentu saja). Dari yang saya tangkap di novel itu, di daerah Lhok Nga ada semacam kebiasaan dari masyarakatnya untuk memasukkan anak mereka ke semacam TPA (selain sekolah negeri). Hal ini mengingatkan saya pada kebiasaan di daerah saya yang hampir sama di mana kami diharuskan mengikuti pendidikan agama tambahan di MDA yang terpisah dari sekolah negeri. Pendidikan tambahan yang mengajarkan membaca al quran dan ilmu-ilmu islam lainnya (aqidah, akhlak, tarikh islam, bahasa arab dsb).
Anak yang bernama delisa itu harus menyelesaikan hafalan shalatnya yang akan disetorpada Ibu Guru Nur untuk nanti mendapat piagam kelulusan. Bunda delisa pun menjanjikan hadiah sebuah kalung emas 2 gram yang memiliki liontin D (D untuk Delisa) jika hafalan shalatnya terpenuhi. Oleh karena iming-iming hadiah itu, delisa sangat bersemangat untuk menghafal bacaaan shalat. Walaupun pada awalnya sulit dan seringkali terbalik-balik, dengan bantuan kakak-kakaknya, akhirnya delisa siap mengikuti ujian hafalan shalat yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2004 (hari terjadinya tsunami). Ketika delisa sedang mempraktekkan shalat, terjadi gempa dahsyat di aceh. Walaupun terjadi gempa, dan tangannya terluka terkena benda yang jatuh, delisa tetap berupaya melanjutkan shalatnya (Guru TPA nya pernah berkisah tentang sahabat nabi yang sangat khusuk dalam melaksanakan shalat sehingga tidak terganggu hal-hal lain, dan delisa ingen mempraktekkan shalat seperti beliau). Namun, menjelang gerakan sujud, tsunami menerpa aceh dan bacaannya terhenti karena delisa tak sadarkan diri.
Ketika sadar, delisa ternyata kehilangan banyak hal: bunda dan kakak-kakaknya, sebelah kakinya dan hafalan shalatnya. Yang membuat saya sangat tersentuh adalah, kehilangan segalanya tidak membuatnya hancur, seorang anak berumur 6 tahun mengajarkan bagaimana ikhlasnya melepas hal-hal yang berharga dalam hidupnya. Bahkan yang membuat dia paling sedih adalah kehilangan hafalan shalatnya (sesuatu yang mungkin tidak akan menjadi prioritas sebagian besar dari kita pada umur 6 tahun ketika kehilangan semuanya).

Hafalan Shalat Delisa ~ Editor By. I-One

Catatan Hati Seorang Istri ~ Asma Nadia

Telah lama saya meneropong, tidak hanya ke dalam hati sendiri, melainkan mencoba masuk ke bilik hati perempuan lain, lewat kisah-kisah yang mereka bagi kepada saya. Selama bertahun-tahun pula saya mencatat berbagai kisah itu dalam ruang hati, seraya berharap suatu hari bisa menuliskannya. 
 Catatan Hati Seorang Istri, memuat sebagian kecil peristiwa itu. Isinya kisah-kisah yang mengharu biru dan membuat saya ternganga. Sebab ternyata betapa dahsyat kekuatan yang dimiliki seorang perempuan, sosok yang seringkali dianggap lemah, tidak berdaya, dan pada tataran tertentu sering hanya dianggap sebagai mahluk nomor dua. 
Buku ini, meski tidak begitu banyak, merekam perjalanan saya sebagai perempuan, istri dan ibu dari dua orang anak. Juga pengalaman, dialog hati, pertanyaan dan ketidakmengertian saya tentang isi kepala dan sikap laki-laki. Kekecewaan, kemarahan dan kesedihan bahkan keputusasaan yang tergambar, mudah-mudahan dapat sedikit mewakili potret sebagian perempuan (baca: istri). 


Catatan Hati Seorang Istri ~ Editor By. I-One

Air Mata Cinta Pembersih Dosa ~ Ibn al-Jawzi

BUAT APA mengejar harta dan kekuasaan bila akhirnya kita tinggalkan? Kenapa harus memberi perhatian berlebihan jika para insan tersayang tak bakal menemanimu di liang kesendirian? Sampai kapan engkau tak punya hubungan mesra dengan Allah? Sampai kapan engkau terlena oleh kelapangan dan lalai akan serangan ajal?





Buku ini mengingatkan kita betapa sementara hidup di dunia. Padahal, kesementaraan ini menentukan muara perjalanan kita: rida Allah atau murka-Nya. Ditulis oleh ulama klasik ternama, buku ini menyapa setiap hamba yang berniat meninggalkan maksiat dan dosa. Ia mengajak siapa saja yang merasa punya catatan amal penuh noda untuk membersihkannya dengan air mata. Banyak ayat, hadis, dan syair disajikan guna memantik hasrat bertobat kita. Banyak pula kisah tentang para sahabat Nabi dan para wali. Kisah-kisah itu menuturkan beragam pengalaman, kesadaran, dan kearifan yang bisa kita teladani atau pelajari dalam menjadi petobat.

Bertobat adalah jalan tercepat mendekati Allah. Dan, uniknya, pertobatan yang hendak ditularkan Ibn al-Jawz� kepada Anda bukan semata pertobatan setelah berbuat maksiat atau menumpuk-numpuk dosa. Sebentuk pembiasaan diri meraih ampunan dengan melakukan pelbagai kebajikan di tengah keheningan malam, bahkan dalam gelimang peluang hidup serba berkecukupan, tampak sedang beliau tawarkan.



Air Mata Cinta Pembersih Dosa ~ Editor By. I-One


Moga Bunda Disayang Allah ~ Tere Liye

Cerita ini diilhami oleh kisah nyata Hellen Adams Keller (Alabama 1889 – 1968). Keller lahir 27 Juni 1880, Ivy Green Tuscumbia, dengan ayah Kapten Arthur H Keller dan Ibu Kate Adams Keller. Ia sebenarya tidak terlhair buta dan tulir (sekaligus bisu), hingga usia 19 bula kemudian ketika semua keterbatasan itu datang.


Tahun 1886, ibunya yang terinspirasi sebuah catatan Charles Dickins dalam American notes tentang pendidikan yang sukses untuk anak buta tuli memutuskan pergi ke Baltimore menemui Alexander Graham Bell, seorang penemu besar yang saat itu juga sedang menangani anak-anak tuli.
Bell menyarankan pasangan itu ke Institute Perkins For The Blind, di Boston Massachusetts. Institut itu kemudian mengirim Anne Sullivan yang juga bermasalah dengan penglihatan dan baru berusia 20 tahun untuk menjadi guru Hellen. Maka dimulailah hubungan selama 49 tahun yang sangat menakjubkan tersebut.

Moga Bunda Disayang Allah ~ Editor By. I-One

Dalam Mihrab Cinta ~ Habiburrahman El Shirazy

Takbir Cinta Zahrana

    Matanya berkaca-kaca. Kalau tidak ada kekuatan iman dalam dada ia mungkin telah  memilih sirna dari dunia. Ujian yang ia derita sangat berbeda dengan orang-orang seusianya. Banyak yang memandangnya sukses. Hidup berkecukupan. Punya pekerjaan yang terhormat dan bisa dibanggakan. Bagaimana tidak, ia mampu meraih gelar master teknik dari sebuah institut teknologi paling bergengsi di negeri ini. Dan kini ia dipercaya duduk dalam jajaran pengajar tetap di universitas swasta terkemuka di ibukota Propinsi Jawa Tengah: Semarang.
    Tidak hanya itu, ia juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai dosen paling berdedikasi di kampusnya. Ia sangat disegani oleh sesama dosen dan dicintai oleh mahasiswanya. Ia juga disayang oleh keluarga dan para tetangganya. Bagi perempuan seusianya, nyaris tidak ada yang kurang pada dirinya. Sudah berapa kali ia mendengar pujian tentang kesuksesannya. Hanya ia seorang yang tahu bahwa sejatinya ia sangat menderita.
   Ada satu hal yang ia tangisi setiap malam. Setiap kali bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. Ia menangisi takdirnya yang belum juga berubah. Takdir sebagai perawan tua yang belum juga menemukan jodohnya. Dalam keseharian ia tampak biasa dan ceria. Ia bisa menyembunyikan derita dan sedihnya dengan sikap tenangnya.
Ia terkadang menyalahkan dirinya sendir kenapa tidak menikah sejak masih duduk di S.l dahulu? Kenapa tidak berani menikah ketika si Gugun yang mati-matian mencintainya sejak duduk di bangku kuliah itu mengajaknya menikah? Ia dulu memandang remeh Gugun. Ia menganggap Gugun itu tidak cerdas dan tipe lelaki kerdil. Sekarang si Gugun itu sudah sukses jadi pengusaha cor logam dan baja di Klaten. Karyawannya banyak dan anaknya sudah tiga. Gugun sekarang juga punya usaha Travel Umroh di Jakarta. Setiap kali bertemu, nyaris ia tidak berani mengangkat muka.



Dalam Mihrab Cinta ~ Editor By. I-One

Bidadari-bidadari Surga ~ Tere Liye

Mozaik 1
EMPAT PENJURU


"PULANGLAH. Sakit kakak kalian semakin parah. Dokter bilang mungkin minggu depan, mungkin besok pagi, boleh jadi pula nanti malam. Benar-benar tidak ada waktu lagi. Anak anakku, sebelum semuanya terlambat, pulanglah...."
Wajah keriput nan tua itu menghela nafas.
Sekali. Dua kali. Lebih panjang. Lebih berat. Membaca pesan itu entah untuk berapa kali lagi. Pelan menyeka pipinya yang berlinang, juga lembut menyeka dahi putri sulungnya, wanita berwajah pucat yang terbaring lemah di hadapannya. Mengangguk. Berbisik lembut: "Ijinkan, Mamak mengirimkannya, Lais.... Mamak mohon...."
Pagi indah datang di lembah itu.
Cahaya matahari mengambang di antara kabut.
Embun menggelayut di dedaunan strawberry. Buahnya yang beranjak ranum nan memerah. Hamparan perkebunan strawberry terlihat indah terbungkus selimut putih sejauh mata memandang.
Satu bilur air mata akhirnya ikut menetes dari wanita berwajah redup yang terbaring tak berdaya di atas tempat tidur. Mereka berdua bersitatap satu sama lain, lamat-lamat. Lima belas detik senyap. Hanya desau angin lembah menelisik daun jendela. Ya Allah, sungguh sejak kecil ia menyimpan semuanya sendirian. Sungguh. Demi adik-adiknya. Demi kehidupan mereka yang lebih baik. Ia rela melakukannya. Tapi, sepertinya semua sudah usai. Waktunya sudah selesai. Tidak lama lagi.


Bidadari-bidadari Surga ~ Editor By. I-One

 
Subscribe to Novel I-One

Enter your email address: