Loading
Showing posts with label Novel Barat Terjemaha. Show all posts
Showing posts with label Novel Barat Terjemaha. Show all posts

The Chronicles of Narnia : Keponakan Penyihir - Nurul Huda Kariem MR

Pintu yang Salah

INI kisah tentang sesuatu yang terjadi dulu sekali ketika kakek-nenekmu masih kanak-kanak. Kisah ini penting karena mengungkapkan bagaimana pertama kali dimulainya berbagai hal bisa keluar-masuk dari dunia kita sendiri ke tanah Narnia.

Di masa-masa itu, Mr Sherlock Holmes ma­sih tinggal di Baker Street dan keluarga Bastable  masih mencari harta terpendam di Lewinsham Road. Di masa-masa itu, kalau kau anak laki-laki kau harus mengenakan kerah Eton yang kaku setiap hari, dan sekolah-sekolah biasanya  lebih kejam daripada sekarang. Tapi makanan-makanannya lebih lezat, dan kalau bicara soal permen-permennya, aku tidak akan bilang padamu betapa murah dan nikmat semua jenisnya, karena itu hanya akan membuat air liurmu menetes percuma. Dan di masa-masa itu, hiduplah di London anak perempuan bernama Polly Plummer.

Dia tinggal di salah satu rumah di deretan panjang rumah yang berdempetan. Di suatu pagi, dia sedang berada di kebun belakang ketika seorang anak laki-laki datang berlari dari kebun sebelah dan meletakkan kepalanya di atas pagar tembok. Polly sangatlah terkejut karena hingga saat ini belum pernah ada anak-anak di rumah itu, hanya Mr Ketterly dan Miss Ketterley, kakak-beradik, perjaka tua dan perawan tua, tinggal bersama. Jadi Polly mendongak, penuh rasa ingin tahu. Wajah anak laki-laki asing itu sangat kotor. Nyaris tidak akan bisa lebih kotor lagi bila dia menggosokkan tangan ke tanah dulu, menangis keras, lalu mengeringkan wajah dengan kedua tangannya. Bahkan sebenarnya, bisa dibilang itulah yang baru saja dia lakukan. 
"Halo," sapa Polly. 
"Halo," sapa anak laki-laki itu. 
"Siapa nama- mu?" 
"Polly," jawab Polly. 
"Kalau namamu?" 
"Digory," jawab si anak laki-laki. 
"Wah, namamu aneh sekali!" kata Polly. 
"Lebih aneh mana dengan Polly?" kata Digory. 
"Namamu lebih aneh," kata Polly. 
"Tidak," kata Digory. 
"Yang pasti aku akan mencuci wajahku," kata Polly. 
"Itu perlu kaulakukan, terutama setelah—" lalu dia berhenti. Dia berniat berkata 
"Setelah kau menangis lama," tapi dia pikir itu tidak sopan.

"Baiklah, aku akan mencuci muka," kata Digory dengan suara yang jauh lebih keras, seperti anak lelaki yang saking sedihnya tidak peduli siapa saja yang tahu dia habis menangis. 

"Tapi kau juga akan begini," dia melanjutkan, "kalau sepanjang umurmu kau hidup di pedesaan dan memiliki kuda poni, juga sungai di bagian bawah taman, lalu dibawa untuk hidup di gua kumuh mengerikan seperti ini."
"London bukan gua," kata Polly yakin. Tapi anak lelaki itu terlalu marah untuk mendengarnya, dia pun melanjutkan.
"Dan kalau ayahmu berada jauh di India— dan kau harus tinggal bersama Bibi dan Paman yang gila (siapa yang bakal mau?)—dan kalau alasannya adalah karena mereka harus menjaga ibumu—dan jika ibumu sakit dan akan— akan—meninggal." Kemudian wajahnya mulai membentuk rupa aneh yang biasa muncul bila kau berusaha menahan air mata. 
"Aku tidak tahu itu. Maaf ya," kata Polly lembut. Kemudian, karena dia hampir tidak tahu apa yang harus diucapkan dan berusaha mengalihkan pikiran Diggory ke topik-topik menggembirakan, dia bertanya: 

"Memangnya Mr Ketterly benar-benar gila, ya?" 


"Yah, kalau tidak gila," kata Digory, "pastinya dia menyimpan misteri lain. Dia punya ruang kerja di lantai atas dan Bibi Letty bilang jangan sekali-kali aku berani ke sana. Nah, itu saja sudah terdengar mencurigakan, kan? Kemudian ada satu hal lagi. Setiap kali pamanku berusaha mengatakan apa pun padaku saat makan—dia bahkan tidak pernah berusaha bicara pada Bibi—Bibi Letty langsung menyuruhnya diam. Dia bilang, 'Tidak perlu mencemaskan anak itu, Andrew' atau 'Aku yakin Digory tidak mau mendengar tentang itu' atau kalau tidak 'Nah, Digory, tidakkah kau ingin main keluar di taman?"' 

"Biasanya pamanmu berusaha bicara tentang apa?" 

"Aku tidak tahu. Dia tidak pernah bisa bicara banyak. Tapi ada lagi yang lebih membuat penasaran. Suatu  malam—bahkan sebenarnya, kemarin malam—waktu aku melewati tangga terbawah menuju loteng, saat mau pergi tidur (dan biasanya aku tidak  pernah terlalu peduli saat melewatinya), aku yakin aku men­ dengar teriakan." 
"Mungkin dia menyekap istrinya yang gila di atas sana." 

"Ya, aku sudah memikirkan kemungkinan itu."

"Atau mungkin dia sebenarnya pembuat uang palsu." 
"Atau dia mungkin dulunya bajak laut, seperti pria yang ada di bagian awal buku Treasure Island, yang selalu bersembunyi dari teman-teman sekapalnya."
"Seru sekali!" kata Polly. "Aku tidak pernah menyangka rumahmu begitu menarik."  
"Kau mungkin berpendapat rumah itu mena­ rik," kata Digory. "Tapi kau tidak bakal menyukainya kalau harus tidur di sana. Apakah kau masih akan menyukainya kalau harus se­ lalu terbaring dalam keadaan terjaga mendengarkan langkah kaki Paman Andrew yang mengendap-endap sepanjang koridor menuju rumahmu? Matanya juga mengerikan sekali." 
Begitulah ceritanya bagaimana Polly dan Digory bisa saling mengenal. Dan karena saat itu masih permulaan liburan musim panas dan tidak satu pun dari mereka yang pergi ke laut tahun itu, mereka bertemu nyaris setiap hari. 
Sebagian besar alasan dimulainya petualangan mereka adalah karena saat itu musim panas yang paling sering hujan dan dingin yang per­nah ada sejak bertahun-tahun. Keadaan ini membuat mereka harus berpuas diri dengan kegiatan-kegiatan di dalam rumah, bisa dibilang, petualangan di dalam rumah. Menakjubkan sekali betapa banyaknya petualangan yang  bisa kaulakukan dengan sebongkah lilin di suatu rumah besar, atau di deretan rumah. 

Polly telah lama menemukan bahwa jika kau  membuka pintu kecil tertentu di loteng yang berbentuk kotak di rumahnya, kita akan me­nemukan tempat penyimpanan air dan ruang gelap di belakangnya yang bisa kau masuki dengan sedikit memanjat hati-hati. Ruang gelap itu seperti terowongan panjang dengan dinding bata di satu sisi dan atap curam di sisi lainnya. Di atap, berkas-berkas kecil cahaya menembus di antara rongga- rongganya. Tidak ada lantai di terowongan ini, kita bakal harus melangkah dari kasau ke kasau, dan di antaranya hanya ada plester. Kalau kita menginjak plester ini kau akan mendapati dirimu terjatuh dari langit-langit ruangan di bawahnya. 

Polly menggunakan sebagian kecil terowongan itu, tepat di  sebelah tempat penyimpanan air, sebagai gua penyelundup. Dia membawa bagian-bagian peti pakaian tua, beberapa bantalan kursi dapur yang rusak, dan benda-benda sejenis lainnya, lalu menyebar semua benda itu di atas kasau demi kasau sehingga terbentuk semacam lantai. Di sinilah dia menyimpan kotak uang yang berisi berbagai harta, dan cerita yang sedang ditulisnya, lalu biasanya beberapa apel. Dia sering kali diam-diam meminum bir jahe di sana, botol-botol lamanya membuat tempat itu lebih kelihatan seperti gua penyelundup.

Ikuti cerita selengkapnya....!!!



Password : Novel I-One


Kisah Dua Kamar By. Bukanpujangga

Hai, salam kenal semuanya......minta ijin untuk sedikit bercerita tentang pengalaman hidup
gw ya......

Ini cerita gw mulai saat gw masih duduk di bangku kuliah sekitar tahun 1999, awal awal gw masuk kuliah tepatnya. Gw kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung, dan gw ambil jurusan teknik sipil. Asal gw dari daerah Jawa Timur, Surabaya tepatnya. Di Bandung sendiri gw memilih untuk mencari kamar kos yang dekat dengan kampus gw karena emang gw ga punya kendaraan untuk transportasi. Dan cerita ini bermula saat gw sedang mencari kamar kost
 
.....suatu siang di bulan Agustus
setelah puter puter kesana kemari bareng sodara gw untuk mencari kos, akhirnya gw nemu juga ada kos kosan yang lumayan enak tempatnya dan juga sedikit strategis menurut gw. Tempatnya bersih, nyaman, deket kampus dan yang paling oke tuh adalah gampang cari makanan dan kebutuhan lainnya. Harganya memang sedikit mahal sih daripada yang lain, tapi tetep aja gw udah keburu cocok sama ini rumah kos dan akhirnya gw putusin untuk ambil sebuah kamar disini. Rumah kos ini ada sekitar 20 an kamar dan masih ada beberapa kamar yang kosong.
 
"bagaimana.....? jadi pilih kamar yang mana" ujar pak Kardi penjaga kos

"yang mana ya pak ? saya kok malah bingung" sahut gw

"terserah adik saja, tapi kalau yang enak diatas mas" kata pak Kardi

"kenapa pak ?" tanyaku

"diatas khan hanya ada 2 kamar saja dan 1 kamar mandi, jadi lebih privasi" lanjut pak Kardi

"boleh saya lihat ke atas ?" tanyaku lagi kepada pak Kardi

"oh boleh, mangga saya antar" sahut pak Kardi

Dan ternyata memang benar diatas sedikit lebih nyaman daripada kamar kamar di bawah, di sini hanya ada sebuah teras / balkon kecil dan ada dua buah kamar dan sebuah kamar  mandi yang sedikit luas.

Tiba tiba kami dikejutkan oleh bel yang berbunyi dari depan, dan pak Kardi bergegas pamit. 
"sebentar ya mas, sepertinya ada tamu. Saya ke bawah dulu, silakan kalo mau lihat kamarnya" kata pak Kardi
 
"iya pak, silakan" lanjutku

Akhirnya gw liat liat dua kamar yang saling berhadapan itu. Jarak dua kamar itu hanya sekitar 1,5 m / selebar kamar mandi yang letaknya diantara 2 kamar itu. 
 
....terdengar suara orang menaiki tangga menuju arah gw, ternyata itu pak Kardi bersama dengan seorang gadis.
 
"ini mbak kalau kamar yang diatas, barangkali mbak lebih suka di kamar atas" ujar pak kardi kepada gadis itu
 
"oh ini ya pak, lumayan juga ya" kata gadis itu

Oh iya gw lupa bilang kalo kos kosan ini adalah kos campur cewe cowo, dan gw takjub bener liat ini cewe. Takjub karena cuantikknya yang pasti hehe.."silakan diliat liat dulu mbak" lanjut pak Kardi
 
"bagaimana mas ? sudah ada keputusan jadi mau ambil kamar yang mana ?" tanya pak Kardi kepadaku

Akhirnya kuputuskan untuk memilih kamar yang sebelah kanan, karena kamar itu sedikit lebih lebar dibandingkan kamar yang sebelah kiri."saya yang ini saja pak 
 
"sambil menunjuk pintu kamar yang gw pilih 

"baik mas, nanti akan segera saya bersihkan" sahut pak Kardi

Saat gw bicara dengan pak Kardi, gadis tadi masih sibuk melihat kamar yang sebelah kiri dan melihat lihat kamar mandi.

"yang sebelah sini udah laku sama mas nya ini ya pak ?" tanya gadis itu kepada pak Kardi 

"iya ini barusan mas ini bilang mau pilih kamar yang itu" jawab pak Kardi"

oh, kalau gitu saya ambil yang itu ya pak" lanjut gadis itu

"baik mbak, kebetulan pada cocok sama kamarnya. Jadi nanti bisa saya bersihkan sekaligus" kata pak Kardi

Dalam hati gw "mimpi apa gw semalem ? dapet kos campur....dapet temen kos cantik bener, dan jaraknya cuma di depan kamar gw persis"
 
"oh iya mbak sama mas nya ini udah pada kenal belum ya? sama sama anak baru kuliah kan ?" tanya pak Kardi

"kenalan dulu, nanti kalian kan jadi temen kos dan pasti hampir tiap hari ketemu" lanjutnya 

"saya Anto" ujarku sambil menyodorkan tangan

"aku Adel, kuliah di U**** juga ?" sahutnya

"iya, aku baru masuk di sipil" jawabku

"sama aku juga, aku di fakultas **" jawabnya

"aslinya mana ?" tanyaku lagi

"aku Jakarta, kalau kamu ?" tanyanya

"aku Surabaya" jawabku

Akhirnya kita berdua larut dalam obrolan ringan, sebelum akhirnya pak Kardi naik keatas membawa perlengkapan kebersihan. Dan itulah awal singkat kisah gw di kost ini.
 
 
( Password : Novel I-One )


Pelajaran mengenai Puasa, Tarawih dan Zakat

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan dan memohon ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri-diri kami dan kejahatan perbuatan kami. Barangsiapa yang ditunjuki oleh Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa disesatkan-Nya, tidak ada yang dapat menunjukinya. Saya bersaksi bahwa tidak ada yang patut diibadahi kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Hamba dan Rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan, sampai hari kemudian. Amma ba’du.

Dalam kesempatan ini dengan dekatnya kedatangan bulan Ramadhan yang diberkahi, kami ingin mempersembahkan kepada saudara-saudara Muslimin pelajaran-pelajaran berikut ini, memohon kepada Allah agar Dia menjadikan amalan ini ikhlas hanya untuk-Nya semata dan sesuai dengan ketetapan syariatnya, demikian juga sebagai sumber kemanfaatan bagi makhluk-Nya. Seungguhnya, Dialah Yang Maha Memberi lagi Maha Pemurah.

Pelajaran Pertama : Hukum Puasa 
Berpuasa pada bulan Ramadhan adalah kewajiban yang ditetapkan dalam Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya dan ijma kaum Muslimin. Allah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al-Baqarah.” [2] : 183 -185)

“Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.” (Mutafaq Alaihi)

Pada riwayat dalam Shahih Muslim: “…Berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan haji ke Baitullah.”

Kaum Muslimin bersepakat mengenai kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan. Maka barangsiapa yang menolak kewajiban berpuasa dalam bulan Ramadhan, maka dia murtad, kafir, yang harus bertaubat. Maka apabila dia bertaubat dan menyepakati kewajiban berpuasa, ia dapat dimaafkan, tetapi jika tidak, dia mesti dibunuh sebagai orang kafir.

Berpuasa di bulan Ramadhan diwajibkan setelah tahun kedua hijriyah. Maka Rasulullah selama hidupnya berpuasa sembilan kali.
 
Berpuasa wajib bagi setiap Muslim yang telah mencapai akil baligh (mencapai masa pubertas). Oleh karena itu, puasa tidak wajib atas orang-orang kafir, juga tidak akan diterima darinya sampai dia masuk Islam. Tidak juga wajib bagi anak-anak untuk berpuasa sampai dia mencapai usia akil baligh. Seorang anak laki-laki mencapai usia akil baligh ketika dia mencapai usia 15 tahun atau dengan tumbuhnya rambut disekitar kemaluannya, atau dengan keluarnya mani saat tidur atau selainnya. Seorang anak perempuan mencapai usia akil baligh ketika pertama kali mengalami menstruasi. Maka jika salah satu dari hal ini dialami oleh anak-anak remaja, maka dia telah mencapai masa pubertas (dan diwajibkan untuk berpuasa).
 
Namun demikian, anak-anak (dibawah usia pubertas) harus diperintahkan untuk berpuasa, jika mereka mampu melaksanakannya dan tidak membahayakan mereka, sehingga mereka akan terbiasa dengannya.
 
Berpuasa juga tidak diwajibkan bagi seseorang yang kehilangan kesadaran, apakah karena kegilaan, pembedahan otak, dan lain-lain. Maka berdasarkan hal ini, jika ada seorang dewasa yang kehilangan kesadaran dan tidak dapat membedakan dengan dirinya sendiri, dia tidak wajib berpuasa atau memberi makan orang miskin (sebagai kafarat).


Judul Asli : Lesson on Fasting, Taraweeh and Zakaat
Penulis : Syaikh Muhmmad bin Shalih Al-Utsaimin
Judul Terjemahan : Pelajaran mengenai Puasa, Tarawih dan Zakat
Alih Bahasa : Ummu Abdullah
Editor : Abu Hasanain Ainur Reza, Lc.
Desain Sampul : Ummu Zaidaan al-Atsariyyah

( Password : Novel I-One )


 
Subscribe to Novel I-One

Enter your email address: