Loading
Showing posts with label Novel Dan Brown. Show all posts
Showing posts with label Novel Dan Brown. Show all posts

Deception Point Titik Muslihat ~ Dan Brown

Dalam novel menegangkan terbarunya ini, Dan Brown membawa pembaca mulai dari National Reconnaissance Office yang amat rahasia menuju ketinggian dataran es di Lingkar Kutub Utara, lalu kembali lagi ke lorong kekuasaan di Gedung Putih. Dipuja untuk keahliannya dalam mengombinasikan ilmu pengetahuan, sejarah, dan politik dalam Malaikat & Iblis yang mendapat pujian serius, Brown telah mengukir sebuah novel lain di mana di dalamnya tak satu pun seperti yang terlihat##dan di belakang setiap sudut terdapat sebuah kejutan yang mencengangkan. Deception Point adalah sebuah fiksi pendebar-jantung yang terbaik.



Ketika satelit NASA yang baru menemukan bukti dari sebuah objek amat langka yang terkubur jauh di dalam lapisan es Arktika, lembaga ruang angkasa yang sedang mengalami kesulitan itu mengumumkan sebuah kemenangan yang amat dibutuhkan ... kemenangan yang berimplikasi besar bagi kebijakan ruang angkasa Amerika Serikat dan pemilihan presiden yang akan datang. Untuk memverifikasi kebenaran penemuan tersebut, Presiden mengirim analis Intelijen Gedung Putih Rachel Sexton ke Milne Ice Shelf. Ditemani oleh sekelompok pakar, termasuk akademisi Michael Tolland yang karismatik, Rachel membongkar bukti penipuan ilmiah yang tak terbayangkan—sebuah muslihat berani yang mengancam mendorong dunia ke dalam pertentangan.

Tetapi, sebelum Rachel dapat menghubungi Presiden, dia dan Michael diserang oleh sekelompok pembunuh mematikan yang dikendalikan oleh seorang tokoh penguasa misterius yang akan melakukan apa saja demi menyembunyikan kebenaran. Keduanya berupaya menyelamatkan diri menyeberangi lingkungan yang begitu terpencil dan berbahaya itu. Satu-satunya harapan bagi keberlangsungan hidup mereka adalah menemukan tokoh di belakang taktik teramat ahli ini. Kebenarannya, seperti yang mereka temukan kemudian, adalah muslihat paling menggemparkan dari apa pun juga.


Deception Point Titik Muslihat ~ Editor By. I-One






The Lost Symbols ~ Dan Brown

Bagi para pemburu gratisan, kali ini saya mendapatkan novel The Lost Symbols versi Indonesia. Novel karangan Dan Brown ini masih bertengker pada posisi dua dari puncak penjualan buku terlaris di toko-toko buku.












The Lost Symbols versi Indonesia ini dikirimkan teman saya lewat email, namun saya belum memeriksa perbedaannya dengan The Lost Symbols versi Inggris yang sedang saya baca, namun menurut teman saya, ini hanyalah hasil dari aplikasi alih bahasa. Jika ada yang sudah mendownload, mohon beritahukan saya tentang isinya.



The Lost Symbols ~ Editor By. I-One

Malaikat dan Iblis ~ Dan Brown

Robert Langdon, simbologis Harvard tersohor, tidak pernah menyangka kalau satu hari dalam hidupnya akan dipenuhi oleh terlalu banyak kejutan. Kalau hanya melihat ambigram yang bertuliskan nama kelompok persaudaraan Illuminati, mungkin itu bukan masalah besar. Tapi melihatnya tercap di dada lima lelaki yang terbunuh pada hari yang sama? Jauh sebelum memecahkan Kode Da Vinci, Robert Langdon diminta oleh sebuah institusi penelitian di Swiss untuk menganalisis simbol penuh teka-teki yang tercap di dada seorang ahli fisika yang tewas terbunuh. Apa yang ditemukannya sungguh di luar dugaan: dendam mematikan terhadap Gereja Katolik dari sebuah persaudaraan kuno yang sudah berlangsung selama berabad-abad—Illuminati. Terdorong untuk menyelamatkan Vatikan dari bom waktu yang berdaya ledak besar, Langdon membantu pasukan penjaga paling setia di dunia bersama dengan seorang ilmuwan misterius nan cantik bernama Vittoria Vetra. Berdua, mereka memulai perburuan yang menyeramkan ke ruang-ruang bawah tanah yang terkunci rapat, kuburan-kuburan berbahaya, katedral-katedral yang lengang, dan tempat yang paling misterius di dunia ... markas Illuminati yang lama terlupakan.


Ditulis dengan gaya jenaka namun cerdas, Dan Brown membawa kita berpetualang di pusat kebudayaan tertua di Eropa, Roma. Pemahaman kita dibuat terkaget-kaget dengan penyingkapan berbagai rahasia di balik tempat-tempat bersejarah dan karya-karya seni terkenal yang terdapat di sana. Dengan plot cerita yang melingkar-lingkar dan alur yang cepat, Brown sekali lagi berhasil "menyiksa" kita dengan sebuah novel yang sulit dilepaskan begitu kita mulai membacanya!


Malaikat dan Iblis ~ Editor By. I-One

Digital Fortress ~ Dan Brown

National Security Agency (NSA) adalah lembaga paling rahasia dan bernilai miliaran dolar. Ketika mesin pemecah kode NSA yang sudah teruji keandalannya menghadapi sebuah kode minterius yang tidak dapat dipecahkan badan rahasia itu mengundang kreptografer kepalanya, Susan Flacher seorang ahli matematika yang cantik dan cerdas. Hasil temuan Susan memunculkan gelombang yang menguncang para pemangku kekuasaan.
NSA tersandera, bukan oleh bom atau senjata, tetapi oleh kode yang begitu kompleks sehingga jika beredar akan melumpuhkan intelejen Amerika. Terjebak dalam badai kencang dusta dan rahasia. Susan Flacher berjuang menyelamatkan perusahaan yang dipercayainya. Terhimpit dari segala sisi, ia mendapati dirinya tidak hanya berperang demi negaranya tetapi juga nyawanya dan, pada akhirnya nyawa lelaki yang dicintainya.
Dari kekuatan bawah tanah sampai gedung pencakar langit di Tokyo dan katedral yang menjulang tinggi di Spanyol, sebuah pertarungan hebat terbentang.


Digital Fortress ~ Editor By. I-One

The Da Vinci Code ~ Dan Brown


Dan Brown memang pintar membumbui novelnya dengan pelbagai data sejarah yang sangat rinci, sehingga kelihatan begitu meyakinkan. Padahal, jika diteliti lebih jauh, ada banyak kesalahan data.  Misalnya, menurut Brown, adat Yahudi mengharuskan seorang lelaki dewasa menikah. Mereka yang tidak menikah dianggap terkutuk. Dari situ disimpulkan: Yesus sebagai lelaki Yahudi pasti menikah! Padahal di jaman Yesus ada orang-orang yang tidak menikah. Kaum Eseni, misalnya, hidup selibat untuk melayani Tuhan sepenuhnya. Kelompok ini tokh diterima di masyarakat, tidak dianggap terkutuk! Jadi, tidak jadi persoalan jika Yesus selibat. Dan Brown memberi latar belakang sejarah yang keliru.
Kesalahan data lainnya, misalnya, dilkatakan "lebih dari 80 kitab Injil telah dipertimbangkan untuk masuk dalam Perjanjian Baru, namun akhirnya hanya empat yang masuk dalam Alkitab, yaitu kitab Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes." Ia menyimpulkan: Alkitab kita telah disensor oleh penguasa saat itu, Kaisar Konstantin, untuk memenuhi ambisi politiknya. Disini Brown menarik kesimpulan yang terlalu jauh. Memang ada kitab-kitab yang tidak masuk dalam kanon Alkitab. Jumlahnya tidak sampai 80, namun hanya belasan. Kitab-kitab tersebut tidak dimasukkan bukan karena kehendak Kiasar Konstantin! Sejak semula, gereja telah mengakui keempat Injil dan memakainya secara luas sebagai pegangan ajaran. Sedangkan kitab-kitab lain, seperti Injil Thomas, Injil Filipus, atau Injil Yudas sejak semula sudah ditolak oleh orang percaya, karena dikarang oleh pengikut ajaran gnostik Kristen. Ajaran yang menghubungkan kekristenan dengan agama-agama alam, Yudaisme, dan filsafat Yunani ini sejak semula ditolak. Oleh sebab itu tentu kitab-kitab karya mereka tidak dimasukkan dalam kanon Alkitab.
Masih banyak lagi isu kontroversial yang diangkat dalam Da Vinci Code. Misalnya, lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo Da Vinci menurut penafsiran Dan Brownmengandung pesan-pesan rahasia. Figur yang duduk di sebelah kanan Yesus bukanlah rasul Yohanes melainkan Maria Magdalena, karena gambar wajahnya begitu  feminin. Brown lupa, bahwa Leonardo Da Vinci memang selalu melukis orang yang karakternya lembut seperti  malaikat dengan wajah feminin. Karena Yohanes dijuluki sebagai "murid yang dikasihi Yesus", Leonardo pun menggambar wajahnya begitu tenang seperti malaikat!  Singkatnya, hampir 20% isi novel DVC memaparkan data-data sejarah, dan kebanyakan telah dikacaukan. Pembaca yang buta sejarah bisa jadi terpesona dan diyakinkan, jika apa yang disajikan itu ditelan mentah-mentah, karena mereka tidak punya pembanding.

The Da Vinci Code ~ Editor By I-One

 
Subscribe to Novel I-One

Enter your email address: